CAST
:
JUNG
YUMI
MACKENYU
ARATA
NO
MINWOO
EVERYTHING HAS CHANGE
Di
sebuah Aula, sudah banyak reporter yang datang untuk meliput sebuah issue yang
saat ini tengah menarik di kalangan masyarakat. JUNG YUMI, yang saat ini tengah
berdiri di tengah podium untuk memberikan klarifikasi atas issue yang terjadi
saat ini.
“Berita
yang beredar mengenai Mackenyu Arata, memang benar dia beberapa hari yang lalu
menghabiskan waktu bersama teman – temannya untuk merayakan kemenangannya atas
kejuaraan balap mobil beberapa hari yang lalu.” Ujar Yumi.
“Dan
mengenai berita Mackenyu Arata berselingkuh dariku itu tidaklah benar. Publik
hanya menggoreng issue yang semakin lama semakin panas untuk disebar luaskan.
Karena itu aku berada disini untuk menjelaskan agar tidak terjadi
kesalahpahaman lagi mengenai hubunganku dengan Mackenyu Arata.” Imbuhnya.
“Apa
itu artinya hubungan kalian baik – baik saja? Dan kalian akan tetap
melangsungkan pernikahan?” tanya salah satu reporter di depan Yumi. Yumi
menatapnya dan menjawabnya dengan lantang, “Kami baik – baik saja, tidak ada
masalah antara aku dan Mackenyu. Kami akan menindaklanjuti ke pihak hukum jika
masih ada yang menyebarkan rumor palsu mengenai hubungan kami.”
Di
tempat lain, seorang dokter dengan kacamatanya tengah menatap Yumi dari layar
Televisinya. Tatapannya datar dan tetap fokus menatap layar besar itu hingga
seorang membuka pintu ruangannya dan memanggilnya. “Ruang operasi sudah siap
Dokter Minwoo.” Ujar seorang perawat. Tanpa menjawab, dokter yang dipanggil
Minwoo tadi segera mematikan TV nya dan bangkit.
Sedangkan
MACKENYU ARATA, yang menjadi pusat issue saat ini. ia terlihat menikmati pesta
bersama beberapa teman – temannya dan beberapa gadis juga terlihat duduk
disampingnya. Ia tersenyum dan bersulang bersama teman – temannya. Sebelum
meminumnya minumannya, ia sempat bergumam, “pembohong!” Mackenyu tersenyum
pahit sebelum akhirnya menenggak minumannya sampai habis.
FLASHBACK
Beberapa tahun yang lalu sebelum
Mackenyu terkenal, ia masih berlatih balapan mobil. Dan saat mengikuti
perlombaan balap mobil pertamanya. Jung Yumi datang memberikan dukungan. “Kau pasti
bisa! Lakukan dengan baik, kau yang terbaik!” ujar Yumi seraya mengacungkan 2
jempolnya sebelum Mackenyu masuk ke mobilnya. Mackenyu tersenyum dan ia
terlihat senang sekali.
**
Pagi
harinya, Mackenyu masih pulas di tempat tidurnya. Ia masih menikmati tidurnya
atau mungkin ia masih berada dibawah pengaruh minumannya kemarin malam.
BRAKKKK. Pintu kamarnya terbuka dengan cukup keras namun tidak membuatnya
bangun atau bahkan melenguh. YUMI, ia segera mendatangi Mackenyu dan menarik
tangannya untuk bangkit. Dengan keadaan masih setengah sadar, Mackenyu berhasil
duduk di tepi kasur.
“Sampai
kapan kau akan terus membuat masalah? Kau tau kau itu pusat reporter mencari
uang. Apapun yang kau lakukan meraka sangat tertarik. Jadi berhati – hatilah,
kau selalu membuat masalah dan aku yang menyelasaikannya. Dan juga, tidak
bisakah kau menjaga jarak dengan wanita – wanita itu huh?” marah Yumi.
Mackenyu
sedikit menguap dan mencoba menyadarkan dirinya dari rasa kantuk dan pusing.
“kenapa kau sangat berisik sekali pagi – pagi?” ujarnya dengan acuh. “apa kau
tidak mendengarku? Kau lihat berita kan?” marah Yumi sekali lagi karena merasa
diacuhkan oleh Mackenyu. Mackenyu bangkit dan mengambil air minum diikuti Yumi
yang mengikutinya dari belakang untuk meminta penjelasan.
“aku
tahu, berita? Karena akulah yang selalu menarik perhatian mereka. Mackenyu
Arata, si pembalap No 1 dari Jepang.” Ujarnya dengan menyombongkan diri. Yumi
menatapnya dengan heran dan sedikit menggigit ujung bibirnya karena merasa
kesal.
“berhentilah
keluar dengan wanita – wanita itu.” Ungkap Yumi dengan serius. Mackenyu
menatapnya dengan senyuman sinis. “kenapa aku harus melakukannya?” tanyanya
dengan nada mengejek. "karena kita adalah tunangan dan sebentar lagi
menikah, kau masih bertanya kenapa?" heran Yumi. “tapi hubungan ini palsu,
apa yang kau harapkan dari hubungan palsu ini huh? Menikah? Kau lucu sekali
Jung Yumi.” Balas Mackenyu dengan dingin.
“bahkan
kau yang memulai hubungan palsu ini.” kata Yumi. “kau benar, dan aku merasa
menyesal …” PLAKK . Sebuah tamparan berhasil mendarat ke pipi kiri Mackenyu.
Mackenyu hanya tersenyum kecut setelah mendapat tamparan itu.
**
Setelah
penat dengan pekerjaannya di kantor, Yumi memutuskan keluar untuk mencari
makanan atau minuman apapun yang bisa mengalihkannya dari pekerjaannya. Tanpa
ia duga, ia malah bertemu dengan Dokter Minwoo yang saat itu juga membeli kopi
di sebuah café.
Setelah
Yumi menerima kopinya, ia berusaha untuk tidak melihat Minwoo dan
mengabaikannya. Namun tidak dengan Minwoo, “Kenapa kau masih berhubungan dengan
laki – laki itu? Bukankah sudah kubilang padamu kalau kau bisa dapat lelaki
yang jauh lebih baik dari Mackenyu. Lihatlah sekarang, dia hanya
mempermainkanmu.” Lirih Minwoo saat Yumi melewatinya. Perkataan Minwoo itu
membuat langkah Yumi berhenti dan kembali untuk menatapnya.
Yumi
mengambil nafas sejenak sebelum menjawab perkataan Minwoo tadi, “aku tidak tahu
apa yang terjadi dengan kalian, tapi kau lah mengenalkanku dengan Mackenyu. Dan
kau bilang padaku kalau Mackenyu sudah seperti adik kandungmu sendiri. Kenapa
kau sekarang menjelek – jelekkannya?” tanya Yumi.
“itu
benar, aku tidak menyangkalnya. Dia memang sudah kuanggap seperti adikku
sendiri, sehingga aku rela memberikan apapun untuknya supaya dia senang. Tapi
ini masalahnya berbeda, apa kau akan terus melanjutkan hubunganmu dengannya?”
tanya Minwoo sekali lagi dengan tegas. “itu bukan urusanmu.” Jawab Yumi dan
mengalihkan pandangannya dari Minwoo. “itu masih urusanku, karena aku peduli
denganmu.” Kata Minwoo yang terlihat tulus tapi juga terlihat memaksa. Yumi
sontak menatapnya lagi, “sadarlah Minwoo, hubungan kita sudah berakhir dan kau
sudah meninggalkanku, lucu sekali mendengarmu bicara kau masih peduli padaku?
Wah, aku benar – benar harus tertawa sepertinya.” Ejek Yumi. “kau tidak mengerti
apa – apa Jung Yumi..” lirih Minwoo.
“Kau
benar, aku tidak mengerti apapun. Yang aku tahu, kau meninggalkanku dan kau
malu mengakui kalau kau punya hubungan denganku. Kau tahu, kau jahat sekali
Minwoo!” setelah mengatakan hal itu, Yumi meninggalkan Minwoo yang masih
berdiri di tempatnya menatap kepergian Yumi.
**
1
bulan kemudian, Mackenyu mengikuti Kejuaraan Balap Mobil. Saat ini pikirannya
masih terlihat belum stabil dan ia juga belum berbaikan dengan Yumi. Namun ia
tidak tahu kenapa ia bisa semarah ini dengan Yumi, hingga mendiamkan wanita itu
setelah beberapa bulan. Dan sejak itu juga ia sering keluar bersama teman –
temannya untuk minum hingga tersebar rumor bahwa dirinya berselingkuh dari
Yumi.
“Apa
kau siap Mack?” tanya seorang temannya yang berhasil membuyarkan lamunannya.
Mackenyu tersenyum kecil dan mengangguk, “aku siap” ia pun segera masuk ke
dalam mobil dan menyalakan mobilnya.
Kejuaraan
mobilpun berlangsung dengan baik dan sengit. Mackenyu dan salah satu lawannya
terus bergantian mengambil alih urutan nomor 1. Mackenyu pun mengerahkan segala
kemampuannya untuk menyalip kembali lawannya itu, namun tiba – tiba saja ia
hilang kendali dan mobilnya hampir terguling yang membuat semua orang panik
seketika.
**
JUNG
YUMI yang saat ini tengah mengadakan rapat di kantornya terkejut setelah
menerima telfon kalau Mackenyu mengalami kecelakaan. Dengan panik, Yumi segera
bergegas pergi untuk menemui Mackenyu. Di sisi lain, MINWOO yang dimintai
tolong temannya untuk menggantikannya di acara Kejuaraan Balap Mobil itu juga
terkejut.
Yumi
bergegas berlari mencari keberadaan Mackenyu, hingga akhirnya ia tiba di sebuah
tenda dan segera masuk untuk melihat MACKENYU. Nafasnya tersengal – sengal
karena berlari. Ia mengatur nafasnya seraya menatap Mackenyu yang bersantai di
matras. Yumi melihat tidak banyak luka di tubuh Mackenyu, ia bersyukur. Ia pun
mendekati Mackenyu dan mengecek lebih teliti lagi tentang luka yang mungkin ada
di tubuh Mackenyu. Ketika Yumi mengecek luka di tubuh Mackenyu, pintu tenda
terbuka dan Minwoo masuk begitu saja dengan nafas yang hampir tersengal juga
seperti Yumi tadi. Yumi menoleh dan sedikit terkejut melihat Minwoo, sedangkan
Mackenyu langsung membuang mukanya ketika melihat Minwoo.
**
“kau
yakin tidak ada masalahkan dengan Mackenyu? Dia benar – benar bisa melanjutkan
untuk kejuaraan minggu depan kan?” tanya Yumi pada Minwoo setelah mereka keluar
tenda. “dia baik – baik saja, tidak ada cedera apapun. Kau lihat sendiri tadi,
hanya goresan kecil di lengannya. Dan itu akan sembuh secepatnya, kau tidak
perlu khawatir” jawab Minwoo.
“syukurlah.”
Yumi merasa lega karena keadaan Mackenyu tidak ada masalah. Minwoo menatap Yumi
dengan tenang bercampur kerinduan. “kau sangat peduli dengan Mack, aku iri.”
Mendengar hal itu, yumi pun membalas tatapan Minwoo.
**
Mackenyu
mempersiapkan dirinya dengan berolahraga untuk kejuaraan minggu depan, karena
kemarin ia mengalami kecelakaan kecil, jadi ia ingin menebusnya di kejuaraan
berikutnya. Ia melatih ototnya di sebuah Gym. Ketika ia melatih otot lengannya,
tiba – tiba bayangan wajah Yumi terlintas di pikirannya.
FLASHBACK
Yumi dan Mackenyu menghabiskan
waktu bersama di dapur, mereka memasak Spagetti. “Ah, aku lupa memberi tahu Pak
Jang tentang laporan hasil rapat kemarin.” Kata Yumi seketika setelah ingat
laporan itu sangat penting. Karena tangannya saat ini sudah penuh bau dengan
bumbu – bumbu, ia pun meminta tolong kepada Mackenyu untuk mengambilkan
ponselnya di kamar.
Di kamar itu Mackenyu mencari
keberadaan ponsel Yumi di beberapa tempat, hingga ia membuka sebuah laci karena
ia pikir ponsel itu disana. Namun yang ia temukan adalah sebuah bingkai foto
yang terbalik. Karena penasaran, ia pun mengambil dan membalikkan bingkai itu.
Foto Yumi bersama Minwoo. Minwoo merangkulkan lengannya di pundak Yumi dan
mereka berdua terlihat sangat senang. Disudut foto itu bertuliskan ‘Anniversary
ke 5 th’
Mackenyu sangat terkejut dan ia
merasa terpukul mengetahui hal itu, ia mencengkeram dengan kuat bingkai itu dan
segera mengembalikannya ke tempat asalnya. Sejak saat itulah sikap Mackenyu
berubah dingin kepada Yumi dan Minwoo.
“jangan
berlatih begitu keras, kau juga butuh istirahat untuk kejuaraan minggu depan.”
Tiba – tiba saja Minwoo sudah berada disampingnya, melakukan hal yang sama
dengan Mackenyu. Mackenyu menghentikan kegiatannya dan menatap Minwoo. “apa
yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan ketus. “olahraga, aku juga sedang
melatih ototku. Apalagi?” jawab Minwoo dengan santai.
“omong
kosong.” Balas Mackenyu dan melanjutkan kembali kegiatannya. Giliran Minwoo yang
berhenti dan kini menatap Mackenyu dengan serius. “sebenarnya aku punya
pertanyaan untukmu, dan aku ingin memastikannya.” Kata Minwoo seraya menatap
Mackenyu yang masih fokus dengan kegiatannya.
“Apa
kau serius dengan Yumi?” tanya Minwoo namun belum mendapatkan jawaban karena
Mackenyu masih fokus dengan olahraganya. “kau lihat sendiri betapa khawatirnya
dia kemarin saat kau kecelakaan. Dia benar – benar peduli padamu Mack, apa kau
tidak bisa melihatnya?” tanya Minwoo. “aku tidak tahu, yang aku tahu kau sangat
peduli pada Yumi.” Jawab Mackenyu seraya menatap tajam kearah Minwoo. “dan aku
juga peduli padamu Mack, tidak hanya Yumi saja. Kalian berdua sangat penting
bagiku.” Balas Minwoo dengan cepat.
“kalau
kau peduli dengan Yumi, kenapa kalian putus?” 1 pertanyaan yang membuat Minwoo
terkejut. "kau tahu?“ tanyanya dengan penuh keheranan, karena ia berusaha
dengan keras untuk menyembunyikan hubungannya dengan Yumi selama mereka
menjalin hubungan. 5 th, bukan waktu yang sebentar namun Minwoo berhasil menyembunyikan
hubungan mereka walaupun harus berakhir.
“kau
tahu darimana? Apa Yumi yang mengatakannya padamu?” tanya Minwoo. “aku tidak
sengaja melihat foto kalian yang masih disimpan Yumi.” Jawab Mackenyu. “kau
tahu, dulu Yumi sering bercerita kepadaku tentang mantan pacarnya, hampir
setiap hari ia selalu menceritakannya. Dengan bodohnya aku selalu mendengarnya,
dan dengan bodohnya pula aku tidak menyangka kalau laki – laki jahat yang
meninggalkannya dan mengabaikannya adalah dirimu. Ck, aku merasa dipermainkan
disini. Aku berhubungan dengan mantan pacar orang yang sudah kuanggap seperti
kakakku sendiri, apa kau masih bisa kusebut kakak?” tanya Mackenyu.
“kau
tidak tahu alasannya, jadi tidak perlu mengungkit masa lalu.” Minwoo berusaha
mengalihkan pembicaraan. “kenapa kalian putus? Tidak tidak, aku lebih penasaran
kenapa kau menyembunyikan hubunganmu dengan Yumi. Kau tahu dia sangat tersiksa
dengan hal itu, dia setiap hari bercerita padaku, wajahnya yang sedih setiap
kali bercerita padaku tentang pacarnya. Kau tidak tahu itu.” Kesal Mackenyu
pada Minwoo.
“kau
memarahiku karena hal itu? Bukankah kau ini juga yang kau lakukan pada Yumi
saat ini? kau bermain – main dibelakangnya, sampai kapan kau akan
mempermainkannya?” emosi Minwoo juga kian meningkat. “aku kesal dengan kalian
berdua, kalian berdua telah membohongiku. Kalian menyembunyikan hubungan dariku
selama bertahun – tahun.” Mackenyu pun memberikan sebuah pukulan ke wajah
Minwoo.
Minwoo
yang dari tadi sudah berusaha menahan amarahnya, kini balik mencengkeram kaos
oblong yang dikenakan Mackenyu. “itu karenamu bodoh, semua itu ku lakukan
karenamu.” Minwoo membalas tonjokan ke wajah Mackenyu. “15 th yang lalu, saat
aku mengenalkan Yumi padamu kau ingat apa yang kau katakan padaku? Kau bilang
tertarik dengan Yumi dan sangat menyukainya. Padahal saat itu aku dan Yumi
sedang dalam masa pendekatan. Dan setelah hubungan kami berhasil, apa aku bisa
membicarakan hal ini denganmu? Tidak, karena kau pasti akan sakit hati
mendengarnya. Aku tidak mau hubungan kita rusak hanya karena masakah itu.
Karena itulah aku meminta pada Yumi untuk merasahasiakan hubungan itu selama 5th.
Apa kau tahu itu?”
Mackenyu
tercengang mendengar penjelasan dari Minwoo barusan. “apa maksutmu?” tanya
Mackenyu dengan sedikit bergetar. “itu benar, itu semua karenamu. Dan aku putus
dengan Yumi juga karenamu. Aku tidak mau menyakitimu, aku tidak ingin kau
menjauh. Aku tidak ingin kau marah padaku. Kau sangat penting bagiku, kau sudah
seperti adikku sendiri, berapa kali harus ku bilang padamu kalau kau sudah
seperti adikku sendiri. Bagaimana bisa aku merebut kebahagiaan adikku sendiri,
aku rela memberikan apapun untukmu, termasuk merelakan hubunganku dengan Yumi.”
Minwoo sudah berusaha keras untuk menahan airmatanya. “dan sekarang kau malah
menyiakan kesempatan yang kuberikan, kau menyakiti Yumi. Kenapa?” tanya Minwoo
yang kembali mencengkeram kaos oblong Mackenyu. Mackenyu hanya terdiam dan
pasrah apa yang akan dilakukan Minwoo padanya, karena ia begitu terkejut dengan
kebenaran yang disampaikan oleh Minwoo barusan.
**
Keesokan
harinya Yumi membawakan beberapa makanan yang sudah ia masak untuk Mackenyu. Ia
mengetuk pintu kamar Mackenyu karena ia pikir Mackenyu masih tidur. “Mack
bangunlah, aku akan menyiapkan sarapan yang sudah ku masakan untukmu.” Kata Yumi
di depan kamar Mackenyu, setelah itu ia ke dapur dan menyiapkan makanannya.
Mackenyu
keluar kamar dan duduk menungguh sarapannya di meja makan. Yumi meletakkan
beberapa piring di meja dan menatap Mackenyu. Namun senyumnya luntur seketika
ia mengambil duduk di samping Mackenyu lalu menyentuh wajahnya.
“kau
kenapa? Kau bertengkar dengan siapa? Kenapa sudut bibirmu terluka dan pipimu
merah?” Minwoo benar, Yumi memang terlihat sangat mengkhawatirkannya. Itu yang
ada dipikiran Mackenyu saat ini ketika menatap wajah Yumi yang begitu dekat
dengannya. “aku akan mengambil kotak obat dulu.” Yumi berniat beranjak untuk
mengambil kotak obat namun tangannya dicegah oleh Mackenyu dan menariknya
kembali duduk di kursinya.
“kenapa?
Kau perlu mengobatinya, biar aku yang membantumu mengobatinya.” Kata Yumi. “apa
kau akan tetap mengobati lukaku ini jika kau mengetahui sesuatu hal?” tanya
Mackenyu lebih tepatnya bertanya pada dirinya sendiri, bukan pada Yumi. “apa
maksutmu? Dengar, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, yang jelas aku
akan selalu ada untukmu dan aku akan mengobatimu ketika kau terluka.” Jelas
Yumi.
“Mengapa
kau putus dengan Minwoo?” 1 pertanyaan yang membuat Yumi tertarik untuk menatap
Mackenyu lebih lama. “luka ini, aku dapatkan kemarin. Aku bertengkar dengan
Minwoo.” Jelas Mackenyu. “kenapa?” tanya Yumi dengan nada lirih.
“Bagaimana
kau bisa tahu hubunganku dengan Minwoo? Aku tidak pernah mengatakannya kan
kalau mantan pacarku itu Minwoo?” tanya Yumi dengan ragu – ragu. “apa karena
itu kalian bertengkar?” imbuhnya.
“apa
kau masih marah dengannya?” tanya Mackenyu. “hemm?” Yumi tidak mengerti maksut
Mackenyu. “kau dulu sering mengumpati mantan pacarmu, dan kau benar – benar
terlihat sangat marah dan kecewa ketika putus. Kau ingat?” canda Mackenyu.
“ahh,
tentu saja aku mengingatnya. Aku kan bercerita padamu hampir setiap hari.”
Balas Yumi sedikit kekehan juga. “kau masih marah padanya?” tanya Mackenyu lagi
kembali ke topik awal. Yumi menundukkan kepalanya dan memainkan jemarinya
sendiri. “Mungkin, sedikit? Aku juga tidak begitu mengerti. Yang jelas sudah
tidak semarah dulu, aku hanya kecewa saja kenapa dia begitu ingin
menyembunyikan hubungannya denganku. Apa berhubunganku itu sangat memalukan
hingga ia bersikeras menyembunyikan dari orang – orang, termasuk padamu. Itulah
yang dulu selalu aku pikirkan tapi pada akhirnya hubungan kami memang harus
berakhir dengan kesibukan kami masing – masing. Saat itu dia fokus dengan
sekolah kedokterannya dan aku sibuk mmpersiapkan diri untuk menggantikan posisi
ayahku di perusahaan. Jika hubungan kami diteruskan juga tidak akan baik, kami
jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Jika bertemu pasti akan bertengkar.
Bukankah akan lelah jika hubungan seperti itu dilanjutkan?” Yumi kembali
mendongakkan kepalanya dan menatap Mackenyu seraya berusaha memperlihatkan
senyum tipisnya.
“apa
kau masih mencintainya? Bagaimana jika Minwoo juga masih mencintaimu? Bagaimana
jika kalian ternyata masih saling mencintai? Apa kalian akan kembali bersama?”
tanya Mackenyu dengan serius. “aku tidak tahu apa dia masih mencintaiku tidak,
tapi…”
“dia
masih menyukaimu, sangat. Dia tidak pernah berhenti menyukaimu.” Mackenyu
segera memotong pembicaraan Yumi. Yumi menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Maafkan aku, aku lah yang seharusnya meminta maaf. Minwoo mengakhiri hubungan
kalian karena aku. Dia tahu aku menyukaimu sejak lama, jadi dia menyembunyikan
hubungan kalian agar aku tidak tahu. Dia tidak mau merusak pertemanan kami,
maafkan aku Yumi.” Sesal Mackenyu dan menggenggam kedua tangan Yumi. Berharap
Yumi memaafkannya dan tidak marah. Tapi jika pun Yumi marah padanya, itu wajar
dan ia siap menerimanya.
“apa
maksutmu?” tanya Yumi. “Minwoo rela mengakhiri hubungannya denganmu agar aku
tidak sakit hati. Dan dia menyembunyikan hubunganmu dari orang – orang karena
tidak mau aku tahu. Dia tidak mau bertengkar denganku, dia rela mengakhiri
hubungannya karena merasa tidak tega menyakiti adiknya. Itu yang dia katakan
kemarin padaku, maafkan aku sungguh aku minta maaf. Aku mendengar ceritamu
setiap hari yang di campakkan oleh pacarmu, tapi ternyata aku lah penyebab kau
dicampakkan olehnya.” Tangis Mackenyu pecah, airmatanya jatuh menetes ke
tangannya yang saat ini masih menggenggam tangan Yumi dengan erat.
“Mack,
itu tidak benar. Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri.” Yumi segera beralih
menggenggam tangan Mackenyu untuk menenangkannya. Tangan Yumi pun dengan cepat
mengusap air mata Mackenyu. Mackenyu menangkap tangan Yumi yang mengusap air
matanya. “kau berhak marah padaku.” Ujarnya.
“tidak
ada gunanya aku marah padamu Mack, jika benar dia memutuskanku karenamu. Aku
akan bicarakan ini dengannya, ini tidak ada kaitannya denganmu. Dan harus kau
ingat 1 hal, semua itu sudah berlalu dan semuanya juga sudah berubah. Aku dan
Minwoo itu adalah masa lalu dan itu tidak akan berubah meskipun jika memang
kami masih saling menyukai.”
Mackenyu
menatap Yumi dengan diamnya. “itu adalah keputusannya meninggalkanku terlepas
apapun alasannya, dan aku? Itu juga keputusanku menerima hal itu. Jalan kami
sudah berbeda, prioritas kami sudah berbeda. Kami sudah tidak sejalan lagi,
jadi meskipun kami masih mencintai, hubungan ini tidak bisa dilanjutkan
kembali. Bahkan jika dia tidak memutuskanku dulu, hubungan ini juga akan tetap
berakhir karena perbedaan prioritas kami. Jadi kumohon berhenti menyalahkan
dirimu atas berakhirnya hubunganku dengan Minwoo.” Yumi mengusap pipi Mackenyu
dengan penuh kasih sayang.
“Aku
begitu egois, apa aku masih berhak untuk menyukaimu?” ujar Mackenyu dengan mata
yang masih berkaca – kaca. Yumi juga berkaca – kaca, ia pun mengangguk dan
segera memeluk Mackenyu. “tapi aku juga sudah menyakitimu, aku bermain dengan
teman – temanku dan menyebabkanmu dalam masalah.” Ujar Mackenyu dalam pelukan
Yumi. “kau tidak benar – benar menyakitiku, dan kau juga tidak ingin. Kau hanya
melampiaskan amarahmu karena kami menyembunyikan masalah besar darimu.” Balas Yumi.
“eh,
tapi ada 1 hal yang ingin kutanyakan dan ini sangat membuatku penasaran.” Yumi
segera melepaskan pelukan dan menatap Mackenyu. “Kenapa sikapmu berubah tiba –
tiba? Dan kau sering bermain dan menghabiskan waktu bersama teman – temanmu hingga
muncul berita kau berselingkuh dariku? kau juga terlihat sangat marah denganku
dan menghindariku? Kenapa?” tanya Yumi.
“Maafkan
aku, kau ingat waktu kita memasak bersama dirumahmu? Kau menyuruhku mengambil
ponselmu, tapi aku menemukan fotomu bersama Minwoo di laci, kalian terlihat
sangat bahagia disana, dan difoto itu bertuliskan Anniversary 5th. Bagaimana
aku tidak marah melihat hal itu?” jelas Mackenyu. “kenapa kau tidak
menanyakannya padaku? Atau setidaknya membicarakan masalah ini denganku,
bukannya menghilang dan menhindariku. Kau kekanak – kanakan sekali.” Gemas Yumi
seraya menepuk pelan pipi Mackenyu hingga membuatnya meringis, “au, sakit.”
Teriak Mackenyu yang membuat Yumi tertawa. “baiklah – baiklah, aku akan
mengambil kotak obat dulu. Dan kita akan melanjutkannya setelahnya.” Yumi pun
bangkit.
**
Kini
Yumi fokus mengobati luka di wajah Mackenyu, sedangkan Mackenyu hanya bisa
menatap wajah wanita didepannya ini. keadaan hening tidak membuat mereka
canggung. “kenapa kau mau menerima tawaranku dulu untuk hubungan palsu ini?”
tanya Mackenyu tiba – tiba, entahlah kenapa dipikirannya saat ini terlintas
sebuah pertanyaan itu.
“apa
kau ingin balas dendam dengan Minwoo dengan bertunangan denganku?” Imbuhnya
lagi, Yumi malah tersenyum kecil yang membuat Mackenyu bertanya – tanya. “kenapa
kau tersenyum?” tanya Mackenyu.
“tidak
ada gunanya balas dendam Mack, jika kita hidup dalam penuh kedendaman kita
tidak akan merasa tenang.” Jelas Yumi yang masih fokus mengoleskan salep di
sudut bibir Mack. “lalu kenapa kau menerimanya? Kau tidak mungkin benar – benar
menyukaiku kan?” tanya Mackenyu lagi.
“heemm,
aku menerima tawaranmu karena saat itu kau begitu senang menawariku hubungan palsu
ini. kau begitu bersemangat untuk membuatku bangkit kembali setelah putus. Kau yang
memberiku harapan lagi, dan yang paling penting, kau selalu mendengarkanku
ceritaku, kau bahkan tidak pernah bertanya siapa lelaki yang sudah
memutuskanku, tapi kau dengan tulus selalu ada untukku. Bagaimana aku bisa
menolak ajakan seseorang yang tulus sepertimu, meskipun aku tahu kalau ini
hanyalah hubungan palsu. Tapi aku senang.” Yumi menutup salep itu dan
memasukkan kembali ke kotak obat.
“karena
aku melihat ketulusanmu yang ingin membantuku, itulah kenapa aku menerimanya.”
Yumi menutup kotak obat itu lalu tersenyum menatap Mackenyu. “Minwoo belum tahu
mengenai hubungan palsu ini, jika dia tahu mungkin wajahku lebih parah dari
ini.” ujar Mackenyu. Yumi menatapnya seolah bertanya kenapa. “Jika kau bertemu
dengannya dan ingin mengatakannya. Kau boleh mengatakannya kalau hubungan ini
hanyalah sandiwara saja.” Imbuhnya.
**
FLASHBACK 1 (15 tahun yang lalu)
Minwoo ingin mengenalkan Mackenyu
dengan seseorang. Mereka berdua menunggu seseorang itu di pantai. Yumi, adalah perempuan
yang disukai Minwoo yang ingin dikenalkan kepada Mackenyu. Namun Minwoo belum
berani mengatakannya kepada Mackenyu kalau Yumi adalah perempuan yang disukainya.
Minwoo berniat memberitahu kalau Yumi sudah menerimanya nanti. Namun siapa
sangka, setelah pertemuan pertama itu dan Yumi berpamitan pulang lebih dulu.
Mackenyu berkata padanya bahwa Mackenyu menyukai perempuan itu, Mackenyu
menyukai Yumi. Hal itu membuat Minwoo terkejut, terlebih beberapa hari kemudian
Yumi menerima pernyataan cinta Minwoo yang sudah ia utarakan sebelum ia
mengenalkan Yumi dengan Mackenyu. Disisi lain ia merasa senang karena cinta
terbalaskan, namun disisi lain ia merasa sedih dan takut kalau Mackenyu
mengetahui hubungannya dengan Yumi, Mackenyu akan memusuhinya. Namun 1 minggu
kemudian Mackenyu pindah ke Amerika karena pekerjaan ayahnya. Hal itu membuat
Minwoo merasa lega, namun ia tetap merasa harus berhati – hati, itulah kenapa
ia meminta kepada untuk merahasiakan hubungan mereka dari siapapun. Tidak boleh
ada yang tahu tentang hubungan mereka berdua.
FLASHBAKC 2 (10 tahun yang lalu)
5 tahun menjalani hubungan yang
tersembunyi dengan Minwoo, membuat Yumi bertanya – tanya. Apakah benar Minwoo
menyukainya? Sudah 5 tahun, sampai kapan mereka harus menyembunyikan hubungan
mereka ini. Yumi pun merasa lelah. Dan sudah 3 bulan ini hubungan mereka
sedikit renggang karena keterbatasan waktu bertemu dan komunikasi. Minwoo yang
sedang sibuk mempersiapkan kuliah kedokterannya, sedangkan Yumi sendiri mempersiapkan
diri di perusahaan ayahnya. Setelah berpikir dengan keras, akhirnya Yumi pun
ingin menanyakan kejelasan hubungannya dengan Minwoo ketika bertemu. Namun siapa
sangka ketika bertemu dengan Minwoo, ia menjadi bungkam karena Minwoo ingin
mengakhiri hubungan mereka. Yumi tidak bertanya apa alasannya, dan ia
pertanyaan yang sudah ia siapkan berhari – hari enggan keluar dari mulutnya. Yang
Yumi ingat hanyalah, ia meneteskan airmata saat itu dan memberikan sebuah
tamparan di pipi Minwoo sebelum pergi.
FLASHBACK 3 (8 tahun yang lalu)
Mackenyu kembali ke Jepang dan ia
ingin menjadi seorang pembalap. Di Amerika, selain belajar di sekolah. Mackenyu
menemukan impian barunya yaitu menjadi pembalap. Kadang ia bermain balapan
bersama temannya di Amerika sana. Setelah selesai dengan sekolahnya, Mackenyu
pamit kepada orangtuanya untuk kembali ke Jepang terlebih dahulu. Dan orangtuanya
mengijinkannya karena mereka merasa Mackenyu sudah dewasa dan bisa manjaga
diri.
Sesampainya di Jepang ia langsung
menemui Minwoo di Rumah sakit, bukan karena sakit, tapi karena Minwoo sudah
menjadi dokter disana, Minwoo berhasil menyelesaikan sekolah kedokterannya. Setelah
Mackenyu pergi ke Amerika, hubungan mereka tetap terjalin seperti biasa, bahkan
mereka sering bertelfon atau video call bersama Yumi juga terkadang. Namun lama
– lama Yumi jadi tidak sering menerima telfon bersama.
Setelah menemui Minwoo, Mackenyu
menghubungi Yumi dan mengajaknya bertemu. Pertemuan itu lama – lama menjadi
sering dan darisitulah Yumi mulai terbuka dan berkata bahwa sebelumnya ia
pernah punya hubungan seseorang yang tidak ingin hubungannya diketahui orang
lain. Lama – lama Yumi merasa tenang ketika bercerita dengan Mackenyu. Dan Mackenyu
juga merasa senang bisa mendengar cerita Yumi, karena disisi lain ia jadi bisa
dekat dengan Yumi.
Suatu hari Mackenyu membuat debut
pertamanya di perlombaan Balap Mobil, Yumi datang untuk menyemangatinya. Mackenyu
sangat senang, meskipun ia sedikit sedih karena Minwoo tidak bisa datang karena
jadwal di rumah sakitnya. Entah karena support dari Yumi atau memang
kemampuannya Mackenyu yang membuatnya menang di lomba itu dan akhirnya membawa
namanya semakin dikenal dan ia sering mengikuti di kejuaraan – kejuaraan lain.
Akhirya sebuah ide terlintas dibenaknya
Maceknyu ketika namanya sudah dikenal banyak orang, ia ingin membuat mantan
Yumi merasa kesal dan menyesal karena meninggalkan Yumi. Ia membuat penawaran
kepada Yumi bahwa mereka akan pura – pura menjalin hubungan dengan begitu akan
disiarkan di seluruh berita dan mantannya bisa melihatnya. Mungkin dengan
melihat berita itu mantan Yumi akan menyesal.
Awalnya Yumi tertawa dengan ide itu
dan ingin menolaknya, namun melihat semangat Mackenyu yang menggebu – gebu dan
tulus membantunya, ia pun tidak berani menolaknya. Yumi akhirnya menerima
tawaran Mackenyu itu.
Hubungan palsu yang dijalani Yumi
dan Mackenyu tidak berpengaruh apapun pada keduanya. Mereka bahkan terlihat
nyaman dan sangat senang menghabiskan waktu bersama. Sedqngkan Minwoo di
seberang sana, mendengar berita dating Mackenyu dengan seorang perempuan yang
tidak lain adalah Yumi. Ia melihat layar kaca dari ruangannya, wajahnya datar,
tidak ada yang bisa membaca raut wajahnya. Ia hanya terus menatap layar itu
cukup lama sebelum akhirnya mematikannya.
**
Minwoo
berdiri di dekat kaca apartement nya menikmati pemandangannya seluruh kota dari
apartement nya. Segelas kopi di tangan kanannya, sesekali ia menyeruput kopi
itu di sela – sela lamunannya. TING
Hingga
notif pesan dari ponselnya mengalihkan perhatiannya. Ia menoleh ke meja dekat
dirinya berdiri, dan menatap layar ponselnya yang menyala, menandakan ada pesan
masuk.
**
Yumi
dan Minwoo duduk berdampingan di bangku yang menghadap sungai. Di tengah –
tengah mereka terdapat 2 cup coffee yang masih mengeluarkan asapnya di tengah
dinginnya cuaca saat ini.
“Apa
kau terluka? Apa kau sudah mengobatinya?” tanya Yumi menatap wajah Minwoo yang
masih sedikit ada bekas pukulan. “kau tenang saja, aku ini seorang dokter. Aku bisa
mengobatiku lukaku sendiri, kau tidak perlu khawatir.” Jawab Minwoo.
Yumi
tersenyum kecil, “kau benar, kau bisa melakukannya sendiri.”balas Yumi yang
membuat Minwoo menoleh menatapnya. “kau tahu, setelah kau masuk sekolah
kedokteran. Kau benar – benar fokus hanya belajar, dan kau tidak punya waktu
untukku. Tidak, kurasa bukan seperti itu. Aku, ingin membuatmu merasa nyaman,
aku ingin ketika kau lelah dengan pendidikanmu kau akan datang padaku. Tapi aku
salah, saat itu aku tidak tahu kalau kau sedang mengobati luka mu sendiri.”
“padahal
aku hanya ingin menghiburmu ketika kau lelah, tapi tidak bisa. Alih – alih menghiburmu,
bahkan untuk menghubungimu sangat sulit sekali. Aku tidak tahu sesulit apa saat
itu yang sedang kau lalui, aku berusaha memahamimu dan menerimanya. Namun aku
lelah, aku ingin berbagi semua hal denganmu, senang sedih aku ingin
membagikannya denganmu. Tapi kau tidak ada. Bahkan alasan kau menyembunyikan
hubungan denganku selama ini aku berusaha menerimanya tanpa banyak bertanya
padamu walau sebenarnya aku ingin bertanya.”
Minwoo
mengambil cup coffee nya dan menatap lurus ke sungai yang ada didepannya ini. “Jadi
Mackenyu sudah mengatakannya padamu.” Katanya sebelum menyeruput kopinya. “terlepas
apapun alasannya kau memutuskanku, hubungan ini memang sudah sepatutnya
berakhir bukan?” tanya Yumi. Ia mengambil cup coffee nya dan mengangkatnya.
“hubungan
kita yang sudah tidak sehangat dulu, sama seperti kopi ini. sudah menjadi
dingin, dan akan semakin buruk jika tetap dilanjutkan.” Kata Yumi menatap cup
coffee nya, Minwoo menatap sekilas cup coffee milik Yumi lalu beralih ke cup
coffee nya sendiri. Benar, uap yang tadi masih mengepul kini sudah tidak ada,
dan kopinya sudah dingin.
“kita
sudah tidak sejalan lagi saat itu, kita sibuk dengan kegiatannya masing –
masing yang membuat kita jarang bertemu dan berkomunikasi. Setiap kali aku
ingin menghubungi atau bertemu denganmu tapi kau selalu tidak bisa karena sibuk
dirumah sakit, aku begitu khawatir dengan keadaanmu karena kau sangat bekerja
keras dan hampir tidak beristirahat. Namun apa dayaku ketika kau menolaknya,
aku berusaha memahaminya, namun lama – lama aku juga merasa capek. Aku berpikir
hanya aku yang berjuang sendiri disini, apakah aku bisa melanjutkan hubungan
ini denganmu jika terus seperti ini?”
“itulah
yang ku pikirkan saat itu. Hingga akhirnya kau mengajak bertemu hanya untuk
mengakhiri hubungan. Tentu saja aku terkejut dan marah padamu hingga tidak
berkata apa – apa lagi dan menamparmu.”
“meskipun
sulit diterima awalnya, namun aku sadar. Mungkin itu keputusan yang baik untuk
kita berdua. Daripada dilanjutkan tapi saling menyakiti, lebih baik berakhir
bukan.” Yumi menoleh kearah Minwoo seraya tersenyum kecil.
Sedangkan
Minwoo terdiam membalas tatapan Yumi beberapa detik sebelum kembali mengalihkan
pandangannya kembali ke bantaran sungai. “waktu aku kecil, aku kehilangan adik
laki – lakiku karena kecelakaan mobil. Dan dokter bisa menyelematkannya waktu
itu, aku sangat terpukul setelah kematian adikku. Untuk itulah aku berniat
menjadi dokter, aku ingin menyelamatkan nyawan orang – orang, agar tidak ada
lagi yang menderita kehilangan orang yang disayangnya. Walau aku tahu, bahwa
hanya Tuhan yang bisa mengatur hidup mati seseorang, tapi aku ingin berusaha
untuk menyelematkan seseorang. Hingga suatu hari, aku bertemu dengan Mackenyu,
wajah dan kepribadiannya sangat mirip dengan adikku. Mack mengingatkanku dengan
adikku yang sudah meninggal. Aku sangat menyayanginya, karena bagiku Mack
adalah adikku. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk membuatnya bahagia dan
tidak akan menyakitinya, aku tidak ingin kehilangan adik untuk kedua kalinya.”
“jadi
ketika Mack mengatakan dia menyukaimu, itu bagaikan sebuah pukulan keras
untukku. Disisi lain aku menyukaimu, tapi aku juga tidak bisa menyakiti Mack. Karena
itu aku memintamu untuk menyembunyikan hubungan kita dulu. Hingga aku mendengar
kabar kalau Mack akan kembali dari Amerika tidak lama lagi, dan aku juga merasa
tertekan dengan hubungan ini, aku sadar aku juga sudah melukaimu terlalu lama. Karena
itu lah aku akhirnya melepaskanmu dengan berat hati.”
“aku
berharap kau bisa menemukan laki – laki yang lebih baik dariku. Namun siapa
sangka kau berakhir dengan Mack, awalnya aku senang karena Mack akan menjagamu
karena dia sangat menyukaimu. Namun berita tentang Mack yang bermain di
belakangmu membuat ku marah. Aku kesal dan ingin memukul Mack, tapi aku sadar,
aku juga tidak ada bedanya dengannya.”
“Bahkan
jika diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki masalah ini, aku juga merasa hubungan
kita tidak akan bisa sama lagi.” Kata Minwoo.
“karena
itu, mari tetap menjadi teman dan melanjutkan hidup kita masing – masing?”
Minwoo mengangkat cup coffee nya mendekat ke arah Yumi, mengajak Yumi cheers. Yumi
tersenyum mendengarnya, ia pun menempelkan cup coffee nya dan melakukan cheers
dengan Minwoo.
“cheers”
ucap keduanya dan tertawa bersama. “aih, kau akan datang kan minggu depan? Mack
pasti sangat senang jika kau datang.” tanya Yumi. “tentu saja aku datang, aku
kan dokternya.” Balas Minwoo.
**
Balapan
mobil pun berlangsung sengit, Mackenyu yang tengah berjuang di medan
balapannya, Yumi yang terlihat khawatir dan tegang di kursi penonton, sedangkan
Minwoo mengawasinya dari salah satu tenda tim Mackenyu.
Akhirya
setelah menempuh beberapa putaran dan melawan beberapa rintangannya yang
dihadapinya, Mackenyu keluar sebagai pemanangnya. Ia begitu senang dan langsung
diangkat lalu dilempar – lempar keatas oleh timnya, Yumi sangat senang dan
melonjak kegirangan dari kursi penonton, lalu ia pun segera turun dan berlari
mendatangi Mackenyu. Sedangkan Minwoo keluar dari tenda dan tersenyum bangga
pada Mack, setelah diturunkan oleh timnya, Mack tersenyum berjalan kearah
Minwoo. “kerja bagus, aku bangga padamu.” Minwoo mengangkat tangannya mengajak
tos, namun Mackenyu malah memeluknya dengan erat. Minwoo terkejut awalnya namun
ia tertawa dan membalas pelukan Mackenyu.
Beberapa
detik kemudian, pelukan mereka terlepas dan Yumi datang dengan sebuket bunga
sebagai ucapan selamat atas kemenangannya. “aku titipkan dia padamu, kau jaga
baik – baik ya.” bisik Minwoo pada Mack setelah kedatangan Yumi. Yumi mendekat
dengan sebuket bunga ditangannya. “kalau begitu aku pergi dulu ya.” Minwoo pun
kembali ke tenda karena tidak mau mengganggu waktu kebersamaan Yumi dan
Mackenyu.
Apakah
Mackenyu dan Yumi sudah mengatakan kalau hubungan mereka palsu kepada Minwoo. Jawabannya
adalah sudah. Di malam hari ketika Yumi bertemu dengan Minwoo, ia mengatakan
kepada Minwoo juga kalau awalnya hubungan mereka itu palsu untuk membuat mantan
Yumi kesal, itu ide Mackenyu. Namun Minwoo sadar, itu bukanlah sembarang ide. Minwoo
yakin pasti Mackenyu tidak ingin Yumi terus – terusan bersedih. Dan Minwoo tahu
betapa Mackenyu sangat menyukai Yumi, ia tidak mungkin menyakitinya. Karena dari
dulu yang dibicarakan dan selalu ditanyakan Mackenyu ketika berpisah adalah
tentang Yumi.
FLASHBACK
“Bolehkan aku bertanya padamu 1 hal
Mack?” tanya Yumi saat ia selesai mengoleskan salep di wajah Mackenyu. “apa?”
tanya balik Mackenyu. “apa kau benar menyukaiku?” lanjut Yumi yang membuat
Mackenyu terdiam dan menatapnya lama. Lama tidak ada jawaban dari Mackenyu,
Yumi merasa malu. “ah maafkan aku jika pertanyaan ini mengganggumu.” Ia berusaha
mengalihkan pandangannya.
Mackenyu menggenggam tangan Yumi
dengan hangat dan membuat Yumi menatapnya kembali. “aku menyukaimu, selalu dan
akan seperti itu. Jadi, aku ingin mengakhiri hubungan palsu ini. Jung Yumi,
maukah kau benar – benar menjadi pasanganku yang sesungguhnya?”
Mata Yumi berkedip beberapa saat
dan jantungnya tiba – tiba berdetak sangat cepat. “jika kau mau memberiku
kesempatan, mari kita mulai hubungan ini dengan serius.” Ujar Mackenyu dengan
serius dan sangat tulus. Hal itu membuat jantung Yumi berdetak tidak karuan dan
semakin mengedipkan matanya beberapa kali.
“Selamat Mack, aku yakin kau bisa memenangkan
ini.” yumi tersenyum dan mengulurkan tangannya memberikan buket bunganya kepada
Mackenyu. Mackenyu menerimanya dengan senang hati. “ah, aku melupakan topiku di
mobil, bisakah kau membantuku mengambilnya, ya?” pinta Mackenyu. “jadi topi itu
lebih penting dari buket ini.” kesal Yumi, meskipun begitu ia tetap berjalan
kemobil yang digunakan Mackenyu balapan tadi. Ia membuka pintu dan mencari topi
yang dimaksud Mackenyu namun tidak menemukannya. Ia pun membuka dashbor dan
menemukan sebuah kotak hitam kecil.
Yumi
mengambilnya dan membukanya, sebuah cincin berlian yang sangat cantik. Yumi tersenyum
melihatnya, ia merasa sangat senang. Ia hendak keluar dari mobil, namun
Mackenyu sudah berlutut di sampingnya, “Jung Yumi, maukah kau menikah denganku?”
Mackenyu
berlutut dengan menyodorkan buket bunga pemberian dari Yumi tadi. Yumi pun
tertawa melihatnya, ia pun membungkuk dan memeluk Mackenyu. Setelah itu,
Mackenyu memasangkan cincin ke jari manis Yumi dan disaksikan oleh timnya,
termasuk Minwoo. Hari ini menjadi hari bersejarah bagi Mackenyu, selain
kemenangan kejuaraan balap mobil, ia juga berhasil memenangkan hati Yumi dan
kembali berbaikan dengan Minwoo.
“Beberapa cerita yang berakhir
memang tidak bisa diulang kembali, meskipun ada kesempatan kedua. CAUSE EVERYTHING HAS CHANGE.”
The END.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar